Sabtu, 27 November 2010

Khasiat buah pisang

Gizi lebih tinggi daripada apel

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Makanan ringan dari pisang sangat populer bagi masyarakat di perkotaan maupun pedesaan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang cukup populer antara lain kripik asal Lampung, sale (Bandung), molen (Bogor), dan epe (Makassar).

Ada laporan yang menyebutkan bahwa pisang berasal dari Asia Tenggara, Brasil, dan India. Di Asia Tenggara, pisang diyakini berasal dari Semenanjung Malaysia dan Filipina. Pisang telah lama berkembang di India, yaitu sejak 500 tahun sebelum Masehi dan menyebar sampai ke daerah Pasifik. Pisang berkembang subur pada daerah tropis yang lembab, terutama di dataran rendah. Karena itu, di daerah hujan turun merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Tidak heran, Indonesia, Kepulauan Pasifik, dan Brasil terkenal sebagai negara pengekspor pisang.

Namun, Indonesia tidak termasuk dalam 15 negara terbesar di dunia yang mengonsumsi pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.

Berdasarkan cara konsumsi, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu banana dan plantain. Banana adalah pisang yang lebih sering dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, contohnya pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Plantain adalah pisang yang dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Energi Instan
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori. Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.


Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.

Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya.

Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.

Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.

Kaya Mineral
Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram.

Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin). Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak
.

Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.

Sabtu, 20 November 2010

Wallpaper gratis




Wallpaper gratis ni....... seneng lo... hahaha
Simple vector
IA 2 Comunity SMA negeri 1 sidayu
di buat dengan Photoshop CS4
cara membuat mudah jeee...
pertama kita main-main aja sama Burs tools dan marque tols...
kemudian kasih efek layer style - drop shadow...
itu buat backgroun brow.....
klo buat tulisanya kita buat garis sembarangan aja pake pen tools..
trus letak.in text d atas garis itu, insyAllah text akan ikut pola garis...
buat tambahan yang lain tinggal di tempel-tempel..hwehehe
maaf teori aja ngasih ptunjuknya brow.. abis gak smpet uplod gambarnya...hiihi

fajar_veg

Integrator

rangkaian dasar

yaitu rangkaian dasar yang menghasilkan output sebagai hasil integral dari input.
Umumnya : Vin konstan dengan Vout ramp.
Iin = Vin/R (hampir semua arus input lewat C)
C = Q/V atau V = Q/C

Karena Iin terus melewati C maka Q naik secara linier dengan polaritas seperti gambar 96.
Sehingga diperoleh output berbentuk ramp negatif (karena rangkaian inverting).
Nilai A yang besar menurunkan kecepatan switching menyebabkan t panjang.





di atas adalah gmbar 96 Sehingga time konstan = t = R C (1-A)
Dengan syarat t >10T agar integrator bekerja dengan baik.
t = time konstan, T = lebar pulsa
barikut conto Rangkaian Ekivalen dengan C Miller



Menurunkan Bati pada Frekuensi Nol
Dari gambar di atas
Jika dimasukkan sinyal dc maka kapasitor = o.c sehingga ACL=AOL= Av (pada frekuensi nol)
sehingga Vout ofset tetap tinggi (seperti rangkaian tanpa umpan balik).

Menurunkan Bati pada Frekuensi Nol
Agar pengaruh ofset masukan berkurang, maka pada frekuensi rendah Av harus diturunkan dengan menyisipkan R//c seperti gambar 98 berikut.
Dengan nilai R>10 Rin, sehingga jika R = 10 Rin, menghasilkan ACL= -10 = Rf/Rin
ini mengurangi Vout ofset.



Cara lain untuk menekan ofset masukan dengan switch reset JFET seperti gambar 100 berikut :


Sebelum JFET mendapat sinyal Vgs (Vgs =0), JFET sc maka kapasitor bisa membuang muatan.
Saat Vgs = Vgs(put) = -Vcc, (Vgs = oc) maka kapasitor mengisi muatan dengan pulsa masuk.

http://graneitsmansi.blogspot.com/

Jumat, 19 November 2010

Abstrack TA

Abstrak

Kondisi kehidupan modern saat ini intensitaskegiatan yang membutuhkanpencahayaansemakintinggi, maka energy yang digunakanjugasemakin lama semakintinggi.Penggunaan LampuLED (Light Emitting Diode) merupakansalah satu hasilinovasiteknologidalambidangpencahayaan dalam upaya penghematan energy.
Ketika Lampu dinyalakan pada saat mendung siang hari, sore ataupun malam, lampu menyala seratus persen. Padahal pada saat mendung di siang hari dan sore hari lampu tidak perlu menyala seratus persen karenapada ruangan tersebut masih terdapat cahaya matahari. Dari permasalahan tersebutmaka dibuatsistem pengaturan penyalaan lampu (LED) berdasarakan intensitas cahaya matahari berbasis fuzzy.
Sistem ini menggunakan rangkaian dimmer untuk mengatur tegangan pada lampu yang dikontrol mikrokntroler AVR dengan logika fuzzy.Dengan menggunakan Fuzzy Logic Controller, masukan (eror dan deltaeror) akan diproses guna mendapatkan nilai sudut penyalaan SCR pada rangkaian dimmer sesuai intensitas cahaya matahari yang terdeteksi pada ruangan tersebut.
Selain itu sistem ini terdapat timer control lampu pada malam hari guna upaya penghematan energy energy lisrik. Juga terdapat rangkaian emergency yaitu sumber daya cadangan yang bisa digunakan saat terjadi pemutusan aliran listrik.